Pages

Kamis, 28 Maret 2019

Bantuan Biaya Sekolah Bulan Maret 2019 Sudah Disalurkan



Ibu Partiyem, ibunda Uun Soleha, saat menerima bantuan biaya sekolah untuk Uun bulan Maret 2019 dirumahnya - Photographed by Riche Mai Andriani


Bulan Maret 2019 sebentar lagi akan habis. Tidak terasa selalu saja hari-hari cepat berlalu. Dan puji syukur, bantuan biaya sekolah untuk anak-anak Tunas Bangsa Camp bulan Maret ini sudah dibagikan. Kami selalu berharap mereka tetap rajin belajar dan semangat bersekolah meski keadaan susah. Harus berusaha lebih keras lagi demi masa depan yang lebih baik. Susah dan penat? Percayalah suatu saat semua hasil usaha keras yang dilakukan akan membuahkan hasil yang luar biasa.


Dwi Novita Sari saat menerima bantuan biaya sekolah bulan Maret 2019 dirumahnya - Photographed by Riche Mai Andriani

Berasal dari desa dan orangtua pendapatan rendah itu bukan berarti masa depan anak-anak desa akan sama seperti orangtuanya. Saya/ penulis selalu katakan bahwa yang penting adalah sekolah, sekolah, dan sekolah. Fokus belajar dan mau berusaha keras dalam bersekolah atau menimba ilmu. Dalam dunia ini tidak ada yang instant, kalau ingin meraih masa depan kehidupan yng lebih baik tentu nomer satu harus sekolah dulu. Kalau ada yang bilang bahwa sekolah hanyalah sia-sia belaka dan hanya buang-buang uang saja, maka saya katakan dengan tegas bahwa sekolah adalah sebuah investasi dimasa depan.


Suci Ramadhani saat menerima bantuan biaya sekolah bulan Maret 2019 dirumahnya - Photographed by Riche Mai Andriani

Seperti biasanya, kawan kami, Riche, menyerahkan bantuan biaya sekolah bulan Maret 2019 pada Novi, Uun, dan Suci. Tepatnya tanggal 20 Maret 2019, Riche, mendatangi satu-persatu rumah anak-anak ini untuk menyerahkan bantuan biaya sekolah ini. Saya selalu katakan bahwa bantuan biaya sekolah ini bulanannya tidaklan banyak, namun kami berharap setidaknya dengan adanya bantaun ini, anak-anak seperti Novi, Uun, dan Suci, bisa sedikit terbantu kebutuhan sekolahnya. Dan tidak lama lagi Novi akan memasuki bangku Sekolah Menengah Pertama tahun ini, sehingga bantuan untuknya akan kami naikkan. Semangat untuk Novi!


Beasiswa/ bantuan biaya sekolah bulan Maret 2019 untuk Dwi Novita Sari sebesar Rp. 125.000; - Photographed by Riche Mai Andriani

Jumlah yang kami berikan adalah Rp. 125.000; untuk masing-masing anak di bulan Maret 2019 ini. Untuk Novi, nanti kalau sudah resmi masuk Sekolah Menengah Pertama jumlahnya tiap bulan akan menjadi Rp. 150. 000;. Uang beasiswa/ bantuan biaya sekolah ini digunakan untuk membantu mencukupi kebutuhan sekolah mereka. Karena meskipun sekolah sudah gratis tetapi dalam kenyataannya masih banyak kebutuhan yang harus dibeli anak-anak guna menunjang proses belajar mereka. Saya berharap suatu saat sekolah di Indonesia benar-benar gratis.


Beasiswa/ bantuan biaya sekolah bulan Maret 2019 untuk Suci Ramadhani sebesar Rp. 125.000; - Photographed by Riche Mai Andriani

Terimakasih kami ucapkan untuk kawan kami, Riche, yang senantiasa membantu kami dalam penyaluran uang bantuan biaya sekolah ini. Mudah-mudahan berkah akan selalu menyertai Riche dan keluarga. Pesan kami untuk Novi, Uun, dan Sci, semangat sekolah dan rajin belajar!


Beasiswa/ bantuan biaya sekolah bulan Maret 2019 untuk Uun Soleha sebesar Rp. 125.000; - Photographed by Riche Mai Andriani

NOTE:
  • Written by Acik Mardhiyanti / Acik Mdy
  • Photographed by Riche Mai Andriani
  • Do not copy this article without permissions
  • Do not reuse these photographs any where else without permissions

Kamis, 14 Maret 2019

Bantuan Biaya Sekolah Bulan Februari 2019 Sudah Disalurkan


Suci Ramadhani saat menerima bantuan biaya sekolah bulan Februari 2019 dirumah orangtuanya. Photographed by Riche Mai Andriani
Wow! Sekarang sudah bulan Maret 2019, tapi kok baru sekarang membuat artikel penyaluran bantuan biaya sekolah bulan Februari? Iya, kebetulan bulan Februari kemarin saya/ penulis dan suami sedang sibuk sekali sampai tidak sempat untuk menulis. Baru hari ini mumpung ingat, segera mungkin saya buat artikelnya. Telat artikelnya tidak mengapa, yang penting penyaluran bantuannya rutin dan tepat waktu setiap bulannya. 


Uun Soleha saat menerima bantuan biaya sekolah bulan Februari 2019 dirumah orangtuanya. Photographed by Riche Mai Andriani

Bulan Februari lalu, tanggal 18 Februari 2019, kawan kami, Riche, mengirim pesan pada penulis kalau bantuan sekolah anak-anak sudah diserahkan. Bukti penyerahan uang bantuan sekolah ini dilampirkan dalam bentuk poto yang diambil oleh kawan kami ini. Dalam proses penyerahan bantuan ini tidak perlu ribet dan resmi, buat kami cukup diberi bukti seperti poto bahwa anak-anak ini sudah menerima uangnya. Sama juga ketika kami mencari anak yang akan diberi bantuan, tidak perlu ribet dan ruwet, yang penting datanya lengkap, seperti nama orang tua, serta penghasilan orang tua. Dalam prosesnya tidaklah rumit, asal si anak rajin dan semangat sekolah, dan penghasilan orang tuanya rendah, kami bisa membantu.


Dwi Novita Sari, bantuan biaya sekolah/ beasiswa bulan Februari 2019 sebesar Rp. 125.000; - Photographed by Riche Mai Andriani

Seperti bulan-bulan sebelumnya, uang bantuan biaya sekolah bulan Februari ini sebesar Rp. 125.000; per-anak. Ya, setiap bulan masing-masing anak, yaitu Uun, Suci, dan Novi,mendapatkan uang bantuan biaya sekolah sejumlah itu. Uang itu dipakai/ digunakan untuk kebutuhan sekolah. Tidak banyak, namun kami berharap bisa dimanfaatkan dengan baik untuk memenuhi kebutuhan sekolah. Yang tadinya orang tua memikirkan biaya untuk membeli sepatu sekolah, sekarang biaya itu bisa dicover dari bantuan ini. Jadi bisa dibilang meringankan beban para orang tua anak-anak ini.


Suci Ramadhani, menerima bantuan biaya sekolah/ beasiswa bulan Februari 2019 sebesar Rp. 125.000; - Photographed by Riche Mai Andriani

Kami selalu mengatakan pada kawan kami, Riche, untuk menyampaikan pada anak-anak ini untuk rajin sekolah, tekun belajar. Kalau mendapat peringkat kelas, harus tetap rajin belajar, kalau belum mendapat peringkat kelas, harus terus semangat belajar. Karena untuk menikmati kehidupan masa depan yang lebih baik bukanlah hal gampang, banyak proses yang harus dilalui, banyak rintangan yang harus dihadapi. Bukan ilmu instant, tapi ilmu dari bangku sekolah, ketekunan, keuletan, serta bermental baja, dan pantang menyerah adalah rangkain dari proses yang harus dilalui untuk menggapi cita-cita dan kehidupan lebih baik dimasa depan. 


Uun Soleha menerima bantuan biaya sekolah bulan Februari 2019 sebesar Rp. 125.000; - Photographed by Riche Mai Andriani

Terimakasih kami ucapkan untuk kawan kami yang sudah mau menyalurkan bantuan biaya sekolah ini. Semoga berkah selalu menyertai keluarga Riche. Ya, membantu orang lain tidak perlu menunggu mempunyai uang banyak dulu, apa yang bisa kita bantu maka kita bantu. Dari ilmu pengetahuan yang kita miliki, keterampilan yang kita punya, kita bisa membantu orang lain dengan pengetahuan serta keterampilan yang kita miliki itu. Dan puji syukur, melalui keterampilan serta pengetahuan itu, sekarang penulis memiliki projek baru untuk membantu anak-anak tunagrahita dimana penulis mendesain hair accessories dan brooch dengan desain simple. Hasil desain ini produknya dijual, uang dari penjualan ini akan didonasikan untuk salah satu sekolah tunagrahita. Selain itu desain simple yang penulis buat bisa digunakan untuk anak-anak tunagrahita belajar membuat keterampilan, syukur-syukur kalau bisa dijual oleh mereka. Desain simple untuk projek membantu anak-anak tunagrahita ini saya beri nama Ichikraft SG Give and Care, bisa dilihat link toko penulis yang ada di Etsy https://www.etsy.com/shop/ichikraft

Ya, saya dan suami bersyukur bisa membantu sesama. Dan sudah sejak tahun 2018 lalu kami mulai membantu salah satu sekolah tunagrahita. Dan bantuan ini tidak kami masukkan/ barengkan dengan Tunas Bangsa Camp. Jadi sendiri-sendiri atau kami pisahkan, biar lebih gampang untuk kami mana untuk bantuan biaya sekolah, mana bantuan untuk anak-anak tunagrahita.

Ada banyak hal yang menjadi inspirasi dalam kehidupan kita agar kita bisa membantu sesama. Salah satu inspirasi itu datang dari kawan penulis yang merupakan warga negara Jepang. Baru-baru ini ia beserta kawannya membentuk komunitas/ group untuk membantu disabilities. Karena kawan penulis ini suka berkebun, memenanam bunga atau sayuran, maka ia membantu orang disable ini dalam bentuk gardening (berkebun). Dengan memanfaatkan lahan warga sekitar yang tanahnya tidak dipakai, dimana orang-orang disable ini diajak menanam sayuran. Hasil panennya nanti akan dijual ketoko lunch box, hasilnya tentu saja untuk orang-orang disable ini. Luar biasa, bukan? Seperti yang penulis katakan diatas, membantu tidak perlu menunggu punya uang dulu, tapi dengan pengetahuan serta keterampilan yang kita punya, kita bisa membantu sesama, mereka yang membutuhkan bantuan.

Salam hangat dari kami, semangat selalu untuk terus berkarya, terus belajar dan jangan pernah berhenti belajar, dan membantu sesama. Co-Founder Tunas Bangsa Camp, Acik Mardhiyanti.

Note:
  • Written by Acik Mardhiyanti / Acik Mdy
  • Photographed by Riche Mai Andriani
  • Do not copy this article without permissions
  • Do not reuse these photographs anywhere else without permissions

Jumat, 25 Januari 2019

Bantuan Biaya Sekolah Bulan Januari 2019 Sudah Disalurkan


Dwi Novita Sari saat menerima bantuan biaya sekolah / beasiswa bulan Januari 2019 dirumah orangtuanya. Photographed by Riche Mai Andriani
Horee…! Sudah tahun 2019! Tidak terasa waktu cepat sekali berlalu. Dan mengawali tahun 2019 ini, bantuan biaya sekolah untuk anak-anak Tunas Bangsa Camp sudah disalurkan. Mudah-mudahan kami selalu diberi kelancaran dan kemudahan rejeki, sehingga kami bisa membantu lebih banyak lagi. Itulah kebahagiaan dalam hidup kami dimana kami bisa membantu orang lain yang membutuhkan.

Beasiswa/ bantuan biaya sekolah untuk Dwi Novita Sari bulan Januari 2019 sebesar Rp. 125.000; – Photographed by Riche Mai Andriani
Seperti biasa disetiap bulannya kawan kami, Riche, mendatangi satu-persatu anak-anak Tunas Bangsa Camp yaitu, Novi, Suci, dan Uun untuk menyerahkan uang bantuan sekolah mereka. Terkadang bila si anak tidak berada dirumah, maka orangtuanya yang menerima, kadang diminta datang kerumah Riche untuk mengambil uang bantuan sekolah tadi bila sudah dua kali didatangi tapi si anak dan orangtua sedang tidak dirumah. Dan bulan Januari 2019 ini bantuan biaya sekolah untuk anak-anak diserahkan pada hari Minggu, 20 Januari 2019.

Ibunda Uun Soleha, Partiyem, saat menerima beasiswa/ bantuan biaya sekolah Uun Soleha bulan Januari 2019 dirumahnya. Photographed by Riche Mai Andriani
Saya dan suami sangat senang sekali ketika mendengar prestasi anak-anak penerima bantuan sekolah dari kami. Karena salah satunya yaitu, Dwi Novita Sari, mendapatkan peringkat 2 disekolah. Saya salut dengan semangatnya, dengan keterbatasan fasilitas, dan hidup berkekurangan, namun tetap memiliki prestasi disekolah. Padahal setiap pulang sekolah Novi (panggilan untuk Dwi Novita Sari) pergi keladang membantu orangtuanya. Dan pulangnya sudah senja, kadang jam 5 sore belum dirumah. Luar biasa, bukan? Inilah sebuah alasan kenapa saya pribadi ingin membantu anak-anak didesa yang berkekurangan kehidupan keluarganya. Karena saya percaya bahwa didesa sana banyak anak-anak pintar namun tidak punya kesempatan untuk sekolah karena tidak ada biaya.

Uang beasiswa/ bantuan biaya sekolah untuk Uun Soleha bulan Januari 2019 sebesar Rp. 125.000; – Photographed by Riche Mai Andriani
Bagaimana dengan dua diantaranya yaitu, Uun Soleha, dan Suci Ramadhani. Kawan kami, Riche, pernah bilang kalau Suci selalu masuk peringkat 3 besar. Namun untuk kali ini kawan kami, Riche, belum melihat hasil belajarnya (Rapor). Sementara Uun Soleha biasa saja nilainya kata kawan kami, Riche. Untuk saya dan suami, nilai biasa atau tidak mendapatkan peringkat disekolah tidak mengapa. Yang penting rajin belajar, semangat sekolah, dan jangan putus sekolah. Kadang kita tidak tahu masa depan nanti seperti apa. Kadang-kadang yang biasa-biasa sewaktu sekolah, dimasa depan nanti menjadi seorang yang luar biasa karena keuletan dan ketekunannya serta fokus.

Suci Ramadhani saat menerima beasiswa/ bantuan biaya sekolah bulan Januari 2019 dirumah orangtuanya. Photographed by Riche Mai Andriani
Seperti biasa, setiap bulan masing-masing anak mendapatkan beasiswa atau bantuan sekolah sebesar Rp. 125.000;. Dan untuk Dwi Novita Sari, tahun 2019 ini akan memasuki bangku Sekolah Menengah Pertama. Maka dari itu seperti komitmen kami dari awal, Dwi Novita Sari akan mendapatkan beasiswa atau bantuan biaya sekolah sebesar Rp. 150.000; ketika sudah dibangku Sekolah Menengah Pertama. Ya, saya sangat bangga padanya. Semangat Sekolah dan rajin belajar selalu untuk Novi, Uun, dan Suci.

Beasiswa/ bantuan biaya sekolah untuk Suci Ramadhani bulan Januari 2019 sebesar Rp. 125.000; – Photographed by Riche Mai Andriani
Terimakasih kami selalu ucapkan untuk kawan kami, Riche, yang setiap bulan membantu kami menyalurkan bantuan biaya sekolah untuk anak-anak ini. Mudah-mudahan berkah selalu menyertai Riche dan keluarga.
Co-Founder Tunas Bangsa Camp, Acik Mardhiyanti / Acik Mdy
Note:

  • Written by Acik Mardhiyanti / Acik Mdy
  • Photographed by Riche Mai Andriani
  • Do not copy this article without permisssions
  • Do not reuse these photographs any where else without permissions

Jumat, 21 Desember 2018

Bantuan Biaya Sekolah Bulan Desember 2018 Sudah Disalurkan

LWUL0510[1]

Uun Soleha saat menerima bantuan biaya sekolah/ beasiswa bulan Desember 2018 dirumahnya. Photographed by Riche Mai Andriani

Sudah bulan Desember? Sudah mau tahun baru lagi? Rasa-rasanya baru kemarin kami memulai memberikan bantuan biaya sekolah untuk anak-anak didesa yang kurang beruntung. Kira-kira sejak bulan November 2016 kami memulainya. Dan saat ini ada 3 orang anak yang sedang kami bantu biaya sekolahnya dengan memberikan bantuan setiap bulannya.

ACPG5058[1]

Dwi Novita Sari saat menerima bantuan biaya sekolah/ beasiswa bulan Desember 2018 dirumah kawan baik kami, Riche. Photographed by Riche Mai Andriani

Bulan Desember ini, seperti biasa kawan kami, Riche, sudah menyalurkan uang bantuan biaya sekolah pada tiga orang anak ini, yaitu Novi, Suci, dan Uun. Kawan baik kami, Riche, untuk saat ini adalah satu-satunya orang yang membantu kami dalam menyalurkan bantuan. Setiap bulan mendatangi kediaman Novi, Suci, dan Uun. Ya, kami semua bekerja dengan hati, tanpa adanya gaji atau mengharapkan imbalan.

OPVI2301[1]

Ibunda Suci Ramadhani, Herlina, saat menerima bantuan biaya sekolah/ Beasiswa bulan Desember 2018 untuk Suci dirumahnya. Photographed by Riche Mai Andriani

Pemberian bantuan untuk Suci dan Uun berjalan lancar. Saat kawan kami, Riche, datang kerumah orangtua mereka, uang bantuan biaya sekolah bisa langsung diberikan yaitu tanggal 17 Desember 2018.  Saat itu Suci sedang belajar mengaji di mesjid dan belum pulang, maka dari itu yang menerima adalah ibunya. Sementara bantuan sekolah untuk Uun bisa langsung diterima oleh Uun sendiri. Bagaimana dengan Novi? Novi agak sulit ditemui, karena dua kali Riche datang kerumah Novi, rumahnya selalu sepi. Oleh karenanya Novi diminta datang kerumah Riche untuk mengambil sendiri uang beasiswanya. Dan Novi sudah mengambil uang beasiswanya tanggal 18 Desember 2018. Lantas kemanakah Novi dan orangtuanya?

DBXE3024[1]

Bantuan biaya sekolah/ Beasiswa bulan Desember 2018 untuk Uun Soleha sebesar Rp. 125.000;. Photographed by Riche Mai Andriani

Ini salah satu hal yang menarik dari anak-anak penerima bantuan biaya sekolah dari kami. Jadi mereka tidak hanya rajin sekolah, tapi juga rajin bekerja membantu orang tuanya. Ambil contoh Novi, nama panjangnya Dwi Novita Sari. Setelah pulang sekolah Novi langsung menyusul orangtuanya diladang untuk membantu orangtuanya bekerja diladang. Dan pulangnya sudah senja, jam 5 sore belum pulang kerumah. Sungguh saya sebangai pemberi bantuan biaya sekolah sangat bangga padanya. Karena meskipun Novi bekerja diladang setiap pulang sekolah, dan hidup berkekurangan, namun dia adalah seorang anak yang pandai disekolah, selalu masuk peringkat 2 besar. Luar biasa bukan?

HKJJ4228[1]

Bantuan biaya sekolah/ Beasiswa bulan Desember 2018 untuk Suci Ramadhani sebesar Rp. 125.000;. Photographed by Riche Mai Andriani

Bagaimana dengan 2 anak lainnya yang mendapatkan biaya bantuan sekolah dari kami? Tentu saja mereka adalah anak-anak yang luar biasa juga. Suci dan Uun adalah anak yang rajin disekolah. Tidak hanya itu mereka berdua juga belajar di mesjid setiap sore. Suci selalu mendapatkan peringkat 3 besar. Sementara Uun nilainya biasa namun dia rajin disekolah. Untuk kami sebagai pemberi bantuan biaya sekolah, kepintaran dan nilai bagus disekolah bukanlah satu-satunya penentu masa depan seseorang bagus atau tidak. Karena selain nilai ada banyak hal lain yang menentukan baik atau tidaknya masa depan seseorang. Seperti keuletan, rajin belajar dan terus mau belajar, tidak malu untuk bekerja sejak dini bila memang keadaan orantua tidak mampu, hati yang bersih, tidak memandang rendah orang lain/ merendahkan orang lain, rendah hati, dan lain sebagainya. Oleh karenanya, kami senang bila bisa men-support anak-anak rajin, memiliki keinginan sekolah, dan mau bekerja keras untuk menggapai impiannya. Percayalah, bahwa dengan sekolah bisa merubah nasib seseorang dimasa depan menjadi lebih baik.

WBID9895[1]

Bantuan biaya sekolah/ Beasiswa bulan Desember 2018 untuk Dwi Novita Sari sebesar Rp. 125.000;. Photographed by Riche Mai Andriani

Dan seperti biasa, bulan Desember ini Novi, Suci, dan Uun, mendapatkan bantuan biaya sekolah sebesar Rp. 125.000;. Tiap bulan mereka mendapatkan biaya bantuan sekolah/ beasiswa sebesar Rp. 125.000;. Mudah-mudahan uang ini bermanfaat untuk membantu mencukupi kebutuhan sekolah mereka. Apalagi setelah semester ini, tentu mereka butuh membeli buku tulis, pensil, dan pena. Semoga bantuan biaya sekolah ini bisa sedikit meringankan beban orangtua mereka. Dan mudah-mudahan kami bisa terus membantu mereka.

Terimakasih selalu kami ucapkan untuk kawan baik kami, Riche, yang sudah membantu kami dalam menyalurkan bantuan biaya sekolah ini. Mudah-mudahan berkah selalu menyertai Riche dan keluarga. Tahun depan anak Riche, Regina, akan masuk disalah satu SMP (Sekolah menengah Pertama) yang bagus dikotanya, kami doakan semoga lancar semua urusan.

Co-Founder Tunas Bangsa Camp, Acik Mardhiyanti

Note:

  • Written by Acik Mardhiyanti / Acik Mdy
  • Photographed by Riche Mai Andriani
  • Do not copy this article without permissions
  • Do not reuse these photographs any where else without permissions

Selasa, 20 November 2018

Bantuan Biaya Sekolah Bulan November 2018 Sudah Disalurkan

HTBO2180[1]

Dwi Novita Sari saat menerima bantuan biaya sekolah/ beasiswa bulan November 2018 di rumahnya. Photographed by Riche Mai Andriani

Tidak terasa kita sudah mendekati penghujung tahun. Tidak terasa juga tahun akan segera berganti. Saya/ penulis selalu berpikir, sudah melakukan hal apa saja dalam waktu setahun ini? Puji syukur tahun ini saya/ penulis sudah menyelesaikan study MicroMaster di Curtin University. Dan hal lainnya yaitu kami, saya dan suami berkomitmen untuk terus membantu anak-anak didesa yang memang membutuhkan bantuan biaya sekolah. Mudah-mudahan kami bisa terus membantu mereka dalam menempuh pendidikan.

MDXU9193[1]

Ibunda Uun Soleha, Partiyem, saat menerima bantuan biaya sekolah/ beasiswa Uun Soleha bulan November 2018 dirumahnya. Photographed by Riche Mai Andriani

Tanggal 17 November 2018, tepatnya Jum’at lalu, kawan baik penulis yaitu Riche Mai Andriani, mengirim pesan bahwa uang bantuan anak-anak sudah disalurkan. Seperti kegiatan rutin bulanan, kawan baik penulis ini dengan tulus dan iklas mengantarkan uang bantuan sekolah ini setiap bulan ke rumah masing-masing. Tidak ada gaji dari kami yang bisa kami berikan pada kawan kami ini, semua bekerja dengan hati untuk membantu anak-anak kurang beruntung ini. Membantu orang yang membutuhkan tidak harus menjadi kaya raya dulu. Membantu orang lain yang membutuhkan bisa dalam bentuk apa saja, apa yang bisa kita lakukan ya kita bantu mereka.

QLJN7520[1]

Ibunda Suci Ramadhani, Herlina, saat menerima bantuan biaya sekolah/ beasiswa Suci Ramadhani bulan Novenmber 2018 dirumahnya. Photographed by Riche Mai Andriani

Seperti biasa, uang bulanan untuk anak-anak ini adalah sebesar Rp. 125.000;. Bantuan biaya sekolah ini mungkin lebih gampang disebut dengan beasiswa. Uang ini diberikan pada mereka yang membutuhkan bantuan biaya sekolah. Dan dalam pemilihan anak-anak ini, siapa yang layak dibantu, kawan baik kamilah yang memilih. Untuk saat ini ada tiga orang anak yang setiap bulan mendapat beasiswa dari kami, yaitu Dwi Novita Sari, Suci Ramadhani, dan Uun Soleha. Mudah-mudahan kami bisa menambah satu orang anak lagi setelah semesteran bulan Desember nanti.

EDCE5243[1]

Bantuan biaya sekolah/ beasiswa untuk Suci Ramadhani bulan November 2018 sebesar Rp. 125.000;. Photographed by Riche Mai Andriani

Saat kawan kami, Riche, mendatangi rumah Suci dan Uun, ternyata Suci dan Uun sedang belajar mengaji di Masjid. Oleh karenanya dalam penyerahan bantuan ini diterima oleh ibu mereka masing-masing. Saya senang ketika mendengar Suci dan Uun ternyata belajar mengaji/ belajar agama di Masjid. Karena selain belajar disekolah, belajar mengaji juga penting. Pintar saja tidak cukup, maksudnya pintar akademis saja tidak cukup. Karena harus ditopang dengan hati yang tulus dan bersih sehingga mereka akan tumbuh menjadi anak-anak yang tidak hanya pintar namun juga memiliki hati yang bersih.

PZVB1256[1]

Bantuan biaya sekolah/ beasiswa untuk Uun Soleha bulan November 2018 adalah sebesar Rp. 125.000;. photographed by Riche Mai Andriani

Mudah-mudahan dengan adanya bantuan biaya sekolah ini, anak-anak penerima bantuan menjadi rajin dan semangat sekolah. Karena sekolah itu penting. Meski berasal dari desa dan berasal dari keluarga kurang mampu, namun jangan pernah patah semangat untuk terus belajar dan bersekolah. Harus berusaha keras dan bekerja keras untuk bisa menggapai impian dimasa depan. Dan tidak gampang dan mudah untuk mencapainya. Maka dari itu mudah-mudahan anak-anak ini mempunyai mental baja sehingga bisa menapaki jalan menuju cita-cita dan impian mereka.

KLVS7979[1]

Bantuan biaya sekolah/ beasiswa untuk Dwi Novita Sari bulan November 2018 adalah sebesar Rp. 125.000;. Photographed by Riche Mai Adriani

Terimakasih selalu kami ucapkan untuk kawan baik kami, Riche, yang dengan ketulusan hatinya mau membantu kami menyalurkan uang bantuan biaya sekolah ini. Karena tanpa bantuannya mustahil bagi kami untuk menjangkau anak-anak ini.

Salam hormat saya, Co-Founder Tunas Bangsa Camp, Acik Mardhiyanti / Acik Mdy

Note:

  • Written by Acik Mardhiyanti / Acik Mdy
  • Photographed by Riche Mai Andriani
  • Do not copy this article without permissions
  • Do not reuse these photographs any where else without permissions

Senin, 22 Oktober 2018

Bantuan Biaya Sekolah Bulan Oktober 2018 Sudah Disalurkan

DFSP9600[1]

Uun Soleha saat menerima beasiswa bulan Oktober 2018 dirumahnya. Photographed by Riche Mai Andriani

Memasuki bulan Oktober 2018, kami sangat sibuk sekali karena beberapa hal urusan. Sampai saya/ penulis vacuum dulu atau berhenti sejenak untuk sementara waktu tidak beraktifitas men-design dan membuat hair accessories dan cat collars. Sampai-sampai kami hampir lupa sudah tanggal berapa belum mengirim bantuan biaya sekolah untuk anak-anak asuh Tunas Bangsa Camp. Tapi bersyukur, semua anak-anak asuh Tunas Bangsa Camp sudah menerima Beasiswa bulanan tersebut.

DTKS6155[1]

Dwi Novita Sari saat menerima beasiswa bulan Oktober 2018. Photographed by Riche Mai Andriani

Tanggal 19 Oktober 2018, kawan kami Riche telah mengantarkan/ menyalurkan bantuan biaya sekolah/ beasiswa untuk Dwi Novita Sari, Suci Ramadhani, dan Uun Soleha dirumah mereka masing-masing yang disaksikan oleh orangtua mereka. Ya, seperti biasa kawan baik kami ini  yang tiap bulannya berkunjung kerumah Novi, Suci, juga Uun.

Kami sangat berterimakasih pada Riche karena dengan tulus iklas membantu kami dalam penyaluran bantuan biaya sekolah ini. Karena mustahil tanpa bantuannya kami bisa menjangkau anak-anak ini. Mengapa kami sangat berterimakasih? Karena pekerjaan ini adalah pekerjaan dengan hati, tidak ada gaji. Ya, tidak ada gaji yang bisa kami tawarkan pada kawan kami dalam menyalurkan bantuan biaya sekolah ini. Semua adalah pekerjaan sukarela tanpa gaji dan pamrih, bekerja dengan hati.

IUVX1018[1]

Suci Ramadhani saat menerima beasiswa bulan Oktober 2018 dirumahnya. Photographed by Riche Mai Andriani

Dibulan Oktober 2018 ini, seperti biasanya Novi, Suci, dan Uun, masing-masing menerima Rp. 125.000;. Ya, setiap bulannya masing-masing anak penerima bantuan sekolah dari Tunas Bangsa Camp menerima bantuan biaya sekolah/ beasiswa sebesar Rp. 125.000;. Tentu saja uang ini dipakai/ digunakan untuk keperluan/ segala sesuatu untuk menunjang kebutuhan sekolah mereka.

UYQE3494[1]

Bantuan biaya sekolah/ beasiswa untuk Uun Soleha bulan Oktober 2018 adalah sebesar Rp. 125.000;. Photographed by Riche Mai Andriani

Kami selalu berharap dengan adanya dana bantuan biaya sekolah dari kami ini bisa sedikit meringankan beban orangtua mereka dalam memenuhi kebutuhan sekolah. Saya/ penulis tahu bahwa sekolah negeri di Indonesia sudah gratis. Namun untuk biaya lain-lainnya anak-anak harus membeli sendiri, seperti buku, sepatu sekolah, tas sekolah, dan lain-lain sebagainya. Oleh karenanya kami berusaha untuk membantu meringankan beban biaya ini.

SYWM6225[1]

Bantuan biaya sekolah/ beasiswa untuk Suci Ramadhani bulan Oktober 2018 adalah sebesar Rp. 125.000;. Photographed by Riche Mai Andriani

Mudah-mudahan Novi, Suci, dan Uun makin bersemangat berangkat sekolah, rajin belajar, dan tekun, agar kelak mereka bisa mendapatkan kehidupan yang lebih baik dimasa depan. Apa benar sekolah bisa mengubah jalan kehidupan seseorang menjadi lebih baik dimasa depan? Jawabannya adalah, BENAR! Oleh karenanya sekolah adalah penting sekali. Apapun yang terjadi harus terus semangat sekolah, mencapai pendidikan tinggi.

VZJW6253[1]

Bantuan biaya sekolah/ beasiswa untuk Dwi Novita Sari bulan Oktober 2018 adalah sebesar Rp. 125.000;. Photographed by Riche Mai Andriani

Terakhir, Terimakasih sebanyak-banyaknya kami ucapkan pada kawan baik kami, Riche, yang telah membantu kami dalam menyalurkan bantuan biaya sekolah/ beasiswa ini. Semoga berkah selalu menyertai Riche dan keluarga.

Co-Founder Tunas Bangsa Camp, Acik Mardhiyanti

Note:

  • Written by Acik Mardhiyanti / Acik Mdy
  • Photographed by Riche Mai Andriani
  • Do not copy this article without permissions
  • Do not reuse these photographs anywhere else without permissions

Rabu, 03 Oktober 2018

Beasiswa Bulan September 2018 Telah Disalurkan

VKUL5478[1]

Uun Soleha menerima beasiswa bulan September 2018 dirumahnya.  Photographed by Riche Mai Andriani

Ini sudah bulan Oktober 2018 tapi baru punya waktu untuk menulis penyerahan beasiswa bulan September 2018. Harap maklum karena penulis yang merupakan Co-Founder Tunas Bangsa Camp akhir-akhir ini sibuk karena sedang menyelesaikan program study di salah satu universitas di Australia lewat program online. Dan puji syukur hari ini penulis punya waktu untuk menuliskan kabar gembira bahwa Novi, Suci, dan Uun telah menerima beasiswa bulan September 2018.

VBLV9217[1]

Suci Ramadhani menerima beasiswa bulan September 2018 dirumahnya. Photographed by Riche Mai Andriani

Tanggal 19 September 2018 tepatnya, kawan kami yaitu Riche, telah menyerahkan dana bantuan biaya sekolah atau gampangnya disebut beasiswa untuk Dwi Novita Sari, Suci Ramadhani, dan Uun Soleha. Masing-masing diserahkan dirumah atau kediaman mereka yang tentu saja disaksikan oleh orangtua masing-masing.

MKXE9196[1]

Dwi Novita Sari menerima beasiswa bulan September 2018 dirumahnya. Photographed by Riche Mai Andriani

Jumlah yang diterima masing-masing anak adalah Rp. 125.000; tiap bulannya. Jumlah ini kami tentukan karena saat ini mereka masih duduk di bangku sekolah dasar. Jika nanti mereka sudah memasuki jenjang bangku sekolah pertama maka jumlah bantuan biaya sekolah akan kami naikkan. Jumlah ini tidaklah banyak, namun kami berharap bisa membantu mereka dalam menunjang proses belajar disekolah untuk membeli keperluan sekolah tentunya. Mudah-mudahan kami bisa terus membantu mereka.

ULJB8785[1]

Beasiswa bulan September 2018 untuk Dwi Novita Sari sebesar Rp. 125.000;. Photographed by Riche Mai Andriani

HRPF6121[1]

Beasiswa bulan September 2018 untuk Uun Soleha sebesar Rp. 125.000;. Photographed by Riche Mai Andriani

Tidak henti-hentinya kami selalu memberikan semangat untuk Novi, Suci, dan Uun, untuk selalu bersemangat sekolah, rajin belajar. Meski berasal dari desa, orangtua tidak mampu, namun terus bersemangat sekolah. Penulis tahu ini berat karena penulis pernah berada diposisi yang sama. Jangan pernah patah semangat, dan jangan pernah menyerah. Justru orangtua tidak mampu/ miskin kita harus makin bersemangat pergi kesekolah dan belajar dengan giat. Karena sekolah adalah sebuah pasport untuk bisa mendapatkan kehidupan yang lebih baik dimasa depan. Bemimpilah setinggi bintang diangkasa.

SVIZ8575[1]

Beasiswa bulan September 2018 untuk Suci Ramadhani sebesar Rp. 125.000;. Photographed by Riche Mai Andriani

Terimakasih selalu kami ucapkan pada Riche Mai Andriani, seorang kawan kami yang membantu kami dalam menyalurkan dana bantuan biaya sekolah ini. Dimana tiap bulannya kawan kami ini mendatangi satu persatu anak –anak ini. Terimakasih ya Riche, mudah-mudahan berkah akan selalu menyertai Riche dan keluarga.

Co-Founder Tunas Bangsa Camp, Acik Mardhiyanti

Note:

  • Written by Acik Mardhiyanti / Acik Mdy
  • Photographed by Riche Mai Andriani
  • Do not copy this article without permissions
  • Do not reuse these photographs any where else without permissions

Kamis, 23 Agustus 2018

Suci Ramadhani Sudah Menerima Beasiswa Bulan Agustus 2018

WAKD0683[1]

Suci Ramadhani saat menerima Beasiswa bulan Agustus 2018. Photographed by Riche Mai Andriani

Tepat pada tanggal 22 Agustus 2018 Suci Ramadhani akhirnya sudah menerima uang beasiswa dari Tunas Bangsa Camp. Ya, setelah beberapa kali kawan kami, Riche, mendatangi Suci dirumah orangtuanya, akhirnya bertemu juga dengan Suci. Lengkap sudah di bulan Agustus ini, anak-anak penerima beasiswa dari Tunas Bangsa Camp semuanya sudah menerima uang bulanan mereka.

Kawan kami, Riche, sudah beberapa kali datang untuk bertemu Suci dirumah orangtuanya, namun gagal. Hal ini bukanlah tanpa alasan. Menurut cerita Riche, ternyata Suci baru saja kehilangan neneknya, ya nenek Suci meninggal dunia. Oleh karena itu Suci dan keluarganya sedang berkabung dan setiap sore hari Suci dan keluarganya pergi kerumah neneknya. Didesa memang ada sebuah kebiasaan bagi keluarga muslim,  mungkin tidak hanya didesa saja, bila ada anggota keluarga yang meninggal maka anggota keluarga lainnya akan berkabung selama satu minggu, dan selama satu minggu itu setiap sore diadakan doa dirumah dimana anggota keluarga itu meninggal. Kami turut berduka cita untuk Suci dan keluarga.

SRDA7968[1]

Uang beasiswa bulan Agustus 2018 sebesar Rp. 125.000; untuk Suci Ramadhani. Photographed by Riche Mai Andriani

Tepat di Hari Raya Idul Adha, 22 Agustus 2018, Suci menerima uang beasiswanya untuk bulan Agustus 2018, yaitu sebesar Rp. 125.000;. Suci Ramadhani menerima uang beasiswa paling terakhir dibandingkan 2 orang anak lainnya. Dua anak lainnya, Dwi Novita Sari dan Uun Soleha sudah menerima bantuan biaya sekolah atau beasiswa pada tanggal 17 Agustus 2018, beberapa hari yang lalu. Mudah-mudahan bantuan biaya sekolah ini bermanfaat dan bisa meringankan sedikit beban orangtua Suci dalam memenuhi kebutuhan sekolah Suci.

Tidak lupa akan saya selalu ingatkan untuk selalu semangat sekolah dan rajin belajar. Bermimpilah setinggi bintang diangkasa dan bersinar dikemudian hari. Apapun yang terjadi harus terus sekolah. Meski orangtua tidak mampu, dan berasal dari desa, namun harus sekolah, sekolah nomer satu! Agar supaya dikemudian hari kehidupan Suci menjadi lebih baik, bisa mengangkat derajat orangtua.

Terakhir, saya ucapkan terimakasih untuk kawan kami, Riche, yang dengan tulus selalu membantu kami dalam menyalurkan bantuan biaya sekolah ini. Mudah-mudahan berkah selalu menyertai Riche dan keluarga.

Co-Founder Tunas Bangsa Camp, Acik Mardhiyanti / Acik Mdy

Note:

  • Written by Acik Mardhiyanti
  • Photographed by Riche Mai Andriani
  • Do not copy this article without permissions
  • Do not reuse these photographs anywhere else without permissions

Selasa, 21 Agustus 2018

Beasiswa Bulan Agustus 2018 Sudah Disalurkan

TTJZ6875[1]

Dwi Novita Sari saat menerima beasiswa bulan Agustus 2018 dirumahnya. Photographed by Riche Mai Andriani

Dibulan Agustus 2018 ini Tunas Bangsa Camp menambah satu anak lagi untuk diberi beasiswa. Dibulan yang sama kami juga sudah memberikan beasiswa untuk mereka. Saya dan suami berkomitmen untuk terus bisa membantu anak-anak didesa yang kurang mampu atau miskin dengan memberikan bantuan biaya sekolah atau beasiswa.

Perlu untuk diketahui bahwa uang beasiswa yang kami berikan pada anak-anak ini adalah berasal dari keuangan kami pribadi. Donatur ada, donatur memberikan bantuan semampunya ditahun pertama saat kami memulai program pemberian bantuan biaya sekolah atau beasiswa. Dan uang dari donatur telah kami salurkan untuk membeli buku-buku bagi anak-anak di Babakan Gebang, Cirebon, Jawa Barat. Karena saat itu Almarhum kawan kami yang berada di Cirebon, Iwan Kurniawan, mulai merintis perpustakaan dan anak-anak disana sangat haus akan buku bacaan.  Dan ditahun selanjutnya hingga saat ini, uang kami pribadi yang digunakan untuk memberikan beasiswa bagi anak-anak ini.

AIAC9562[1]

Ibunda Uun Soleha, Partiyem, saat menerima beasiswa untuk Uun Soleha dirumahnya. Photographed by Riche Mai Andriani

Tepat tanggal 17 Agustus 2018, kawan kami, Riche, telah menyalurkan bantuan biaya sekolah kepada tiga orang anak asuh Tunas Bangsa Camp. Mereka adalah , Dwi Novita Sari, Uun Soleha, dan Suci Ramadhani. Untuk Suci Ramadhani, bantuan biaya sekolah bulan Agustus 2018 ini belum diterima karena saat kawan kami Riche menyambangi rumahnya, Suci dan orangtuanya sedang bepergian. Dan hingga saat ini untuk Suci Ramadhani belum menerima uang beasiswa. Mudah-mudahan kawan kami, Riche, bisa kerumah Suci lagi saat Suci dan orangtuanya sudah derada dirumah.

XCBP1708[1]

Rp.125.000; uang beasiswa bulan Agustus 2018 untuk Uun Soleha. Photographed by Riche Mai Andriani

Seperti bulan sebelumnya, masing-masing anak menerima Rp. 125.000; perbulannya. Uang ini digunakan untuk menunjang keperluan sekolah, karena meskipun bersekolah disekolah dengan status negeri namun bukan berarti semuanya gratis. Karena dalam kenyataannya masih banyak biaya yang diperlukan untuk menunjang proses belajar. Semisal, beli sepatu sekolah, tas sekolah, peralatan sekolah, seragam sekolah, dan macam-macam les kalau ada, serta kebutuhan lainnya yang pastinya membutuhkan biaya sendiri. Oleh karena itu, kami berharap dengan adanya bantuan biaya sekolah ini, paling tidak bisa meringankan sedikit beban para orangtua anak-anak ini dalam memenuhi kebutuhan sekolah.

LFHM0317[1]

Rp. 125.000; uang beasiswa bulan Agustus 2018 untuk Dwi Novita Sari. Photographed by Riche Mai Andriani

Saya dan suami berharap bisa terus membantu mereka. Kami sangat senang bisa membantu dan melihat mereka semangat sekolah. Karena sesulit apapun kehidupan sekolah harus nomer satu, tidak boleh tidak sekolah, HARUS SEKOLAH!. Meskipun berasal dari desa, orangtua miskin, tapi harus sekolah. Karena bukan tidak mungkin suatu saat malah bisa sekolah diluar negeri dan berkarya diluar negeri. Karena sudah banyak cerita-cerita inspiratif dari anak-anak yang berasal dari desa namun bisa sekolah diluar negeri. Semuanya itu mungkin, dan bukan sebuah khayalan semata. Hanya orang-orang yang tidak berani menantang masa depan dan tidak memiliki keyakinan diri yang berkata bahwa impian tinggi itu adalah khayalan semata dan gila.

Semangat sekolah selalu untuk Dwi Novita Sari, Uun Soleha, dan Suci Ramadhani. Gapai impianmu dan jangan pernah menyerah untuk terus sekolah apapun yang terjadi. Dan terimakasih kami ucapkan untuk Riche kawan kami yang selalu membantu kami dalam penyaluran bantuan biaya sekolah ini. Kami sangat senang bisa bekerjasama.

Co-Founder Tunas Bangsa Camp, Acik Mardhiyanti

Note:

  • Written by Acik Mardhiyanti / Acik Mdy
  • Photographed by Riche Mai Andriani
  • Do not copy this article without permissions
  • Do not reuse these photographs anywhere else without permissions

Rabu, 15 Agustus 2018

Agustus 2018 Tunas Bangsa Camp Menambah 1 Anak Asuh Untuk Diberi Beasiswa

Ditahun ajaran baru 2018 ini, Tunas Bangsa Camp Berniat untuk menambah anak asuh lagi untuk diberi bantuan biaya sekolah. Memang tidak bisa langsung membantu banyak anak-anak desa. Namun saya dan suami akan terus berkomitmen untuk terus membantu semampu kami. Karena memang uang yang diberikan untuk biaya bantuan ini adalah berasal dari uang kami sendiri. Sementara donatur hanya ditahun pertama saja. Selanjutnya uang beasiswa adalah dari uang kami sendiri.

Sebelum hari raya saya sudah meminta pada kawan kami, Riche Mai Andriani, untuk mencari satu anak untuk dibantu biaya sekolahnya. Dan kemarin sore kawan kami Riche ini memberikan data tentang anak ini. Ya, kami memang punya spesifikasi tersendiri siapa mereka yang akan kami bantu biaya sekolahnya. Pertama, anak ini mempunyai semangat sekolah, dan memiliki kemampuan akademik bagus disekolah. Kedua, keadaan orangtua adalah tidak mampu atau miskin.

Siapakah anak beruntung ini yang akan segera menerima bantuan biaya sekolah atau gampang disebut dengan beasiswa dari kami? Namanya Uun Soleha. Lahir di Ngestikarya, Lampung Timur, tanggal 14 April 2008. Uun Soleha adalah anak no.5 dan sudah menginjak kelas 4 Sekolah Dasar di SD N 1 Ngestikarya. Ayah Uun Soleha bernama Sulamin, sementara Ibunya bernama Partiyem. Pekerjaan Orangtua adalah bertani dengan pengahasilan Rp. 400.000; perbulan atau kurang lebih 40 SGD perbulan.

Seperti dua orang anak lainnya yang telah lebih dulu menerima bantuan sekolah atau beasiswa dari kami, Uun Soleha tiap bulannya akan menerima Rp. 125.000;. Uang ini dipergunakan untuk membantu memenuhi keperluan sekolah Uun. Bisa untuk membeli peralatan sekolah, seragam sekolah, membeli textbooks, tas sekolah, sepatu sekolah, dan lainnya yang sekiranya dibutuhkan dalam menunjang proses belajar disekolah. Bila ingin digunakan untuk uang saku sekolah juga tidak mengapa, atau boleh saja, selagi masih wajar.

Semangat selalu untuk Uun Soleha, terus bersemangat untuk bersekolah apappun yang terjadi, jangan pernah menyerah untuk berjuang dan berusaha menggapai impian. Percayalah, bahwa sekolah itu adalah penting. Meskipun kita berasal dari desa, orangtua tidak mampu/ miskin, namun harus terus sekolah.  Karena dengan sekolah akan sangat bisa mengubah nasib dimasa depan menjadi lebih baik dan cerah. Itulah harapan kami untuk anak-anak ini.

Terimakasih selalu kami ucapkan untuk kawan kami Riche Mai Andriani yang setiap bulannya menyalurkan bantuan untuk anak-anak desa ini. Mudah-mudahan berkah akan selalu menyertai Riche dan keluarga.

Co-Founder Tunas Bangsa Camp, Acik Mardhiyanti / Acik Mdy

Note:

  • Written by Acik Mardhiyanti / Acik Mdy
  • Do not copy this article without permissions