Pages

Kamis, 19 Juli 2018

Beasiswa Juli 2018 Untuk Dwi Novita Sari dan Suci Ramadhani Telah Disalurkan

TYFP6396[1]

Dwi Novita Sari menerima beasiswa bulan Juli 2018 dirumahnya. Photographed by Riche Mai Andriani

Mengawali tahun ajaran baru Juli 2018, kami telah memberikan bantuan sekolah untuk dua orang anak asuh kami yaitu, Dwi Novita Sari dan Suci Ramadhani. Tahun ajaran baru dengan semangat baru untuk terus sekolah demi menggapai masa depan yang gemilang. Sekolah adalah sebuah paspor untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik dimasa depan.

XACR7471[1]

Suci Ramadhani menerima beasiswa bulan Juli 2018 dirumahnya. Photographed by Riche Mai Andriani

Tak henti-hentinya kami akan terus berusaha menyebarkan semangat untuk terus sekolah bagi anak-anak kurang beruntung, atau anak-anak yang berasal dari keluarga kurang mampu/ miskin agar mereka selalu bersemangat bersekolah, rajin belajar, agar bisa mendapatkan kehidupan yang lebih baik dimasa depan. Apapun yang terjadi, meski terasa berat, harus tetap bersemangat sekolah.

Mungkin banyak orang yang tidak percaya, bagaimana bisa dengan bersekolah bisa merubah nasib dan masa depan menjadi lebih baik dan gemilang. Kami tak perlu banyak kata karena kami (saya sendiri/ penulis) telah membuktikannya pada diri penulis sendiri betapa pentingnya sekolah. Penulis tahu, mungkin akan banyak orang menganggap kita adalah orang gila dan banyak berkhayal, karena bagaimana mungkin anak desa, orangtua miskin/ tidak punya uang dimasa depan akan berjaya mempunyai kehidupan yang lebih baik, atau mungkin akan bisa bersekolah keluar negeri, atau bahkan tinggal diluar negeri. Ya, itulah keajaiban dari sebuah “sekolah”. Cita-cita tinggi, impian tinggi bisa digapai dengan bersekolah. Percayalah, karena penulis telah membuktikannya.

IJHO4478[1]

Suci Ramadhani (Suci) menerima beasiswa bulan Juli 2018 sebesar Rp. 125.000;. Photographed by Riche Mai Andriani

Seperti biasanya, teman kami Riche telah menyalurkan bantuan biaya sekolah/ beasiswa untuk Dwi Novita Sari dan Suci Ramadhani pada tanggal 16 Juli 2018 dirumah mereka masing-masing. Jumlahnya yaitu Rp. 125.000; perbulan untuk masing masing anak. Semoga bermanfaat dan bisa digunakan dengan bijak untuk membantu memenuhi kebutuhan sekolah mereka. Paling tidak bisa meringankan sedikit beban orangtua mereka.

LWFJ1938[1]

Dwi Novita Sari (Novi) menerima beasiswa bulan Juli 2018 sebesar Rp. 125.000;. Photographed by Riche Mai Andriani

Terimakasih untuk teman kami yang senantiasa membantu kami menyalurkan bantuan sekolah/ beasiswa ini. Semoga berkah selalu menyertai Riche dan keluarga. Karena mustahil tanpa bantuannya dalam penyaluran, kami bisa menggapai anak-anak desa ini. Oleh karena itu terimakasih banyak.

Salam hormat saya Co-Founder Tunas Bangsa Camp, Acik Mardhiyanti

Note:

  • Written by Acik Mardhiyanti
  • Photographed by Riche Mai Andriani
  • Do not copy this article without permissions
  • Do not reuse these photographs anywhere else without permissions

Selasa, 19 Juni 2018

Tunas Bangsa Camp Memberikan Tunjangan Hari Raya Untuk Anak Asuhnya

TUML6309[1]

Suci Ramadhani di rumahnya saat menerima uang THR (Tunjangan Hari Raya). Photographed by Riche Mai Andriani

Seperti yang telah kawan sekalian ketahui, bahwa Tunas Bangsa Camp yang saya dan suami rintis sejak pertengahan tahun 2013, telah memberikan bantuan biaya sekolah atau yang disebut dengan beasiswa untuk anak-anak kurang mampu di desa, yaitu di Indonesia. Dan untuk menyambut Hari Raya Aidilfitri 2018, kami ingin memberikan tunjangan Hari Raya untuk mereka.

AQWS2330[1]

Suci Ramadhani menerima uang THR (Tunjangan Hari Raya) sebesar Rp. 300.000;

Apa itu tunjangan Hari Raya untuk anak-anak asuh? Tunjangan Hari Raya adalah sejumlah uang yang kami berikan untuk anak-anak ini untuk kemudian digunakan membeli keperluan Hari Raya. Mengapa kami memberikan uang tunjangan Hari Raya untuk mereka? Untuk orang-orang yang berkehidupan cukup/ mampu, tentu mereka akan dengan gampang dan mudah membeli keperluan Hari Raya, misal pakaian baru untuk anak-anaknya, juga kue-kue lebaran. Bahkan semua orang pekerja di Indonesia mendapatkan THR (Tunjangan Hari Raya). Saya berpikir, lantas bagaimana dengan anak-anak asuh Tunas Bangsa Camp ini, mereka berasal dari keluarga tidak mampu, penghasilan orangtuanya saja perbulan sekitar Rp. 250.000; paling banyak ada yang Rp. 500.000; , adakah THR (Tunjangan Hari Raya) untuk keluarga kurang mampu ini? Jawabannya tentu saja, tidak. Maka dari itu, kami, saya dan suami, memutuskan untuk memberikan Tunjangan Hari Raya untuk anak-anak penerima beasiswa dari kami.

OJHP0633[1]

Dwi Novita Sari dirumahnya saat menerima uang THR (Tunjangan Hari Raya). Photographed by Riche Mai Andriani

Harapan kami dengan memberikan THR (Tunjangan Hari Raya) untuk anak-anak penerima beasiswa ini adalah supaya anak-anak ini dan keluarganya bisa membeli kebutuhan Hari Raya, misal untuk membeli pakaian baru, atau kue-kue Hari Raya. Ya, saya paham bahwa Hari Raya bukan bermakna membeli  baju baru dan sandal baru, tetapi dari sisi anak-anak, tentu mereka juga ingin membeli keperluan Hari Raya seperti anak-anak lainnya. Meski bukan membeli pakaian mahal, bermerk, atau bukan membeli kue-kue mahal, asal bisa membeli pakaian baru dan kue secukupnya, pasti anak-anak ini dan keluarga akan merasa senang.

VPAD8332[1]

Dwi Novita Sari menerima uang THR (Tunjangan Hari Raya) sebesar Rp. 300.000; . Photographed by Riche Mai Andriani

Berapa besaran atau jumlah uang THR (Tunjangan Hari Raya) yang kami berikan untuk anak-anak penerima beasiswa dari Kami? Tiap anak mendapat THR (Tunjangan Hari Raya) sebesar Rp. 300.000;. Jumlahnya tidak banyak memang bila dibandingkan dengan uang THR (Tunjangan Hari Raya) yang diterima oleh para pekerja kantoran atau para PNS (Pegawai Negeri Sipil) di Indonesia. Namun kami berharap, mereka bisa merasa senang dan berbahagia membelanjakan uang itu dengan seksama untuk membeli kebutuhan Hari Raya.

Terimakasih selalu saya ucapkan untuk teman kami yang senantiasa membantu kami menyalurkan bantuan untuk anak-anak penerima beasiswa ini, yaitu Riche Mai Andriani. Mudah-mudahan berkah selalu menyertai Riche dan keluarga. Dan tidak lupa kami ucapkan, Selamat Hari Raya Aidilfitri Maaf Zahir dan Batin.

Co-Founder Tunas Bangsa Camp, Acik Mardhiyanti

Note:

  • Written by Acik Mardhiyanti / Acik Mdy
  • Photographed by Riche Mai Andriani
  • Do not copy this article without permissions
  • Do not reuse these photographs anywhere else without permissions

Kamis, 17 Mei 2018

Beasiswa Bulan Mei 2018 Untuk Novi dan Suci Sudah Disalurkan

WCBX1013[1]

Suci Ramadhani dirumahnya saat menerima Beasiswa bulan Mei 2018. Photographed by Riche Mai Andriani

Siapakah Novi dan Suci? Bagi kawan sekalian yang belum mengenal dua bocah ini bisa membaca artikel sebelumnya, tentang Suci http://tunas-bangsa-camp.blogspot.sg/2018/01/inilah-penerima-beasiswa-dari-tunas.html dan tentang siapakah Novi bisa dibaca diartikel sebelumnya, http://tunas-bangsa-camp.blogspot.sg/2017/07/bersemangatlah-untuk-terus-bersekolah.html Ya, mereka adalah anak-anak yang berasal dari desa namun memiliki semangat untuk sekolah demi menggapai masa depan yang lebih baik.

BPDQ0517[1]

Suci Ramadhani menerima Beasiswa bulan Mei 2018 sebesar Rp. 125.000; . Photographed by Riche Mai Andriani

Diawal bulan Ramadhan ini, 17 Mei 2018, Kawan kami Riche telah menyerahkan bantuan biaya sekolah bulan Mei 2018 untuk Novi dan Suci. Seperti biasanya, Riche menyerahkan bantuan ini dirumah masing-masing yang disaksikan oleh orangtua mereka. Mudah-mudahan bermanfaat, bisa membantu dan sedikit meringankan beban orangtua Novi dan Suci dalam memenuhi kebutuhan sekolah.

Seperti biasanya, biaya bantuan sekolah ini atau bisa disebut beasiswa, jumlahnya adalah Rp. 125.000; untuk tiap bulan. Jadi Novi dan Suci, masing masing mendapatkan beasiswa sebesar Rp. 125.000; perbulannya. Jumlah ini sudah kami sesuaikan karena mereka masih dibangku Sekolah Dasar. Jika nanti mereka sudah memasuki bangku Sekolah Menengah Pertama, maka jumlah bantuan biaya sekolah ini akan kami dinaikkan.

LJHS0315[1]

Dwi Novita Sari dirumahnya saat menerima Beasiswa bulan Mei 2018 . Photographed by Riche Mai Andriani

Dengan adanya bantuan biaya sekolah yang kami berikan ini, kami (saya dan suami) berharap supaya anak-anak ini semakin bersemangat sekolah, rajin belajar demi mencapai cita-cita. Prinsip kami, saya pribadi, meskipun kita berasal dari desa, berasal dari keluarga kurang mampu/ miskin, namun jangan pernah patah semangat untuk terus bersekolah. Karena sekolah adalah penting, dan akan menjadi paspor kita dimasa depan untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik, yang artinya masa depan yang cerah gemilang.

JZPN9633[1]

Dwi Novita Sari menerima Beasiswa bulan Mei 2018 sebesar Rp. 125.000;. Photographed by Riche Mai Andriani

Terimakasih selalu kami (saya dan suami) ucapkan untuk kawan kami Riche yang telah membantu dalam menyalurkan dana bantuan biaya sekolah ini. Mudah-mudahan rejeki kami selalu lancar sehingga bisa terus membantu biaya sekolah anak-anak desa ini. Dan mudah-mudahan kami bisa menambah satu anak lagi untuk dibantu ditahun ajaran baru mendatang.

Co-Founder Tunas Bangsa Camp, Acik Mardhiyanti

Note:

  • Written by Acik Mardhiyanti / Acik Mdy
  • Photographed by Riche Mai Andriani
  • Do not copy this article without permissions
  • Do not reuse these photographs anywhere else without permissions

Selasa, 17 April 2018

Beasiswa Bulan April 2018 Untuk Novi dan Suci Sudah Disalurkan

WCDL2037[1]

Suci Ramadhani saat penyerahan bantuan biaya sekolah/ Beasiswa bulan April 2018 di rumahnya. Photographed by Riche Mai Andriani

Seperti artikel-artikel sebelumnya, bahwa Dwi Novita Sari dan Suci Ramadhani setiap bulan menerima bantuan biaya sekolah, atau lebih mudah disebut beasiswa dari kami (Tunas Bangsa Camp) sebesar Rp. 125.000;. Ini adalah sebuah komitment dari saya dan suami untuk membantu anak-anak didesa yang memiliki semangat sekolah namun berasal dari keluarga kurang mampu, atau miskin.

WXKU7480[1]

Jumlah Beasiswa bulan April 2018 untuk Suci Ramadhani sebesar Rp. 125.000;. Photographed by Riche Mai Andriani

Kami juga mengajak kawan kami yang berada didaerah untuk membantu kami menyalurkan bantuan. Karena tanpa bantuannya mustahil bagi kami untuk menjangkau anak-anak ini. Dan untuk saat ini hanya kawan kami bernama Riche Mai Andriani saja yang membantu kami. Dua orang lainnya, Iwan Kurniawan telah meninngal dunia, dan Nyariati Handayani mengundurkan diri karena kesibukan keluarga yang dihadapi.

JSAA3098[1]

Dwi Novita Sari saat penyerahan bantuan biaya sekolah/ Beasiswa bulan April 2018 dirumahnya. Photographed by Riche Mai Andriani

Meskipun hanya dua orang anak yang kami bantu saat ini, namun kami memiliki sikap optimis untuk bisa terus menambah jumlah anak yang bisa kami bantu. Sementara tiga orang anak lainnya sudah kami putus bantuan biaya sekolahnya (Beasiswa) karena situasi serta kondisi tertentu. Seperti 2 orang anak di Cirebon, Jawa Barat- Indonesia, terpaksa beasiswa terputus karena penyalur bantuan, Iwan Kurniawan, telah meninggal dunia. 1 Orang anak lainnya yang berada di Tulang Bawang Barat, Lampung – Indonesia, juga terpaksa kami putus beasiswanya karena si anak telah pindah domilisi, dan penyalur bantuan biaya sekolah, Nyariati Handayani, tidak bisa menjangkaunya, plus bulan ini Nyariati telah mengundurkan diri karena kesibuka keluarga.

TRNQ6637[1]

Jumlah Beasiswa untuk Dwi Novita Sari bulan April 2018 sebesar Rp. 125.000;. Photographed by Riche Mai Andriani

Di bulan April 2018 ini, tepatnya tanggal 16 April 2018, penyalur bantuan beasiswa, Riche Mai Andriani, telah menyalurkan bantuan biaya sekolah ini, yang disaksikan oleh orangtua si anak (Novi dan Suci). Mudah-mudahan bantuan biaya sekolah ini bisa bermanfaat dan bisa sedikit meringankan beban para orangtua si anak (Novi dan Suci). Kami berharap dengan adanya bantuan ini Novi dan Suci semakin bersemangat sekolah, dan rajin belajar.

Dalam artikel ini kami sebagai Co-Founder Tunas Bangsa Camp juga meminta maaf karena tidak bisa mem-publish laporan keuangan setiap bulannya. Hal ini dikarena kesibukan, serta tidak adanya sumber daya manusia-nya yang bisa selalu meng-update laporan keuangan Tunas Bangsa Camp. Oleh karena itu, kami berusaha untuk meng-update artikel dalam penyaluran beasiswa.

Terimakasih banyak saya ucapkan untuk Riche Mai Andriani dalam membantu kami dalam penyaluran beasiswa. Mudah-mudahan berkah selalu menyertai Riche dan keluarga.

Co- Founder Tunas Bangsa Camp, Acik Mardhiyanti

Note:

  • Written by Acik Mardhiyanti
  • Photographed by Riche Mai Andriani
  • Do not copy this article without permissions
  • Do not reuse these photographed anywhere else without permissions

Selasa, 20 Maret 2018

Novi dan Suci Sudah Menerima Beasiswa Bulan Maret 2018

CJGA2088[1]

Dwi Novita Sari dirumahnya. Penyerahan bantuan biaya sekolah/ beasiswa bulan Maret 2018 untuk Dwi Novita Sari – Photographed by Riche Mai Andriani

Siapakah Novi dan Suci? Novi adalah nama panggilan dari Dwi Novita Sari, salah satu penerima bantuan biaya sekolah atau bisa disebut beasiswa dari Tunas Bangsa Camp. Untuk selengkapnya tentang Dwi Novita Sari baca disini http://tunas-bangsa-camp.blogspot.sg/2017/07/bersemangatlah-untuk-terus-bersekolah.html Sedangkan Suci adalah panggilan dari Suci Ramadhani, yang juga penerima bantuan biaya sekolah dari kami. Untuk lebih lengkapnya tentang Suci, bisa dibaca disini http://tunas-bangsa-camp.blogspot.sg/2018/01/inilah-penerima-beasiswa-dari-tunas.html

XNSR6442[1]

Bantuan biaya sekolah/ beasiswa bulan Maret 2018 untuk Dwi Novita Sari sebesar Rp. 125.000; – Photographed by Riche Mai Andriani

Seperti biasanya, setiap bulan Novi dan Suci menerima bantuan biaya sekolah/ beasiswa sebesar Rp. 125.000;. Uang ini dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan sekolah, bisa seragam sekolah, sepatu, tas sekolah, buku, dan lain-lain, termasuk bisa digunakan untuk uang saku sekolah harian. Setiap bulan, teman kami Riche Mai Andriani, mendatangi rumah orangtua Novi dan Suci untuk menyerahkan uang beasiswa tersebut. Jaraknya tidaklah terlalu jauh dari kediaman Riche.

IMG_9178[1]

Suci Ramadhani dirumahnya. Penyerahan bantuan biaya sekolah/ beasiswa bulan Maret 2018 untuk Suci Ramadhani – Photographed by Riche Mai Andriani

Dibulan Maret 2018 ini, Novi dan Suci sudah menerima uang beasiswa tersebut. Tepatnya tanggal 16 Maret 2018, teman kami Riche menyalurkan bantuan biaya sekolah tersebut. Sebenarnya, kami tidak menuntut untuk selalu diserahkan setiap tanggal 16 tiap bulannya. Kapan ada waktu tanggal berapa saja boleh diantarkan uang beasiswa tersebut. Karena saya, penulis, memahami kesibukan Riche sehari-hari. Tetapi Riche kawan kami itu selalu tepat waktu. Terimakasih ya Riche sudah membantu menyalurkan bantuan biaya sekolah untuk anak-anak ini,  semoga berkah selalu menyertaimu dan keluarga.

SJFX7450[1]

Bantuan biaya sekolah/ beasiswa bulan Maret 2018 untuk Suci Ramadhani sebesar Rp. 125.000; – Photographed by Riche Mai Andriani

Semoga beasiswa tersebut bermanfaat dan berguna dalam menunjang kebutuhan sekolah Novi dan Suci. Mudah-mudahan mereka selalu bersemangat untuk sekolah, dan rajin belajar. Kami doakan semoga Novi dan Suci lancar sekolahnya, dan bisa menggapai impian dimasa depan, serta mendapatkan kehidupan yang lebih baik. Amin..

Terakhir, tidak lupa kami ucapkan terima kasih pada Riche Mai Andriani yang telah sudi membantu kami dalam menyalurkan uang beasiswa tersebut. Salam hormat saya, Co-founder Tunas Bangsa Camp, Acik Mardhiyanti / Acik Mdy

Note:

  • Written by Acik Mardhiyanti / Acik Mdy
  • Photographed by Riche Mai Andriani
  • Do not copy this article without permissions
  • Do not reuse these photographs anywhere else without permissions

Selasa, 20 Februari 2018

Dwi Novita Sari dan Suci Ramadhani Telah Menerima Beasiswa Bulan Februari 2018

IMG_8550[1]

Dwi Novita Sari, Penyerahan bantuan biaya sekolah untuk Dwi Novita Sari bulan Februari 2018

Siapakah Dwi Novita Sari? Bagi yang belum mengetahuinya bisa dibaca disini http://tunas-bangsa-camp.blogspot.sg/2017/07/bersemangatlah-untuk-terus-bersekolah.html Anak lain penerima bantuan biaya sekolah dari Tunas Bangsa Camp adalah Suci Ramadhani, baca tentang Suci disini http://tunas-bangsa-camp.blogspot.sg/2018/01/inilah-penerima-beasiswa-dari-tunas.html Ya, mereka berdua adalah seorang anak yang bersemangat untuk bersekolah. Meski berasal dari keluarga kurang mampu, namun mereka tergolong anak yang pintar disekolahnya.

IMG_8551[1]

Suci Ramadhani, penyerahan bantuan biaya sekolah untuk Suci di bulan Februari 2018

Seperti yang telah saya sampaikan diartikel-artikel sebelumnya, bahwa Novi (Dwi Novita Sari) dan Suci (Suci Ramadhani), setiap bulannya mereka meneri bantuan biaya sekolah atau lebih mudah dibilang “Beasiswa” dari Tunas Bangsa Camp sebesar Rp. 125.000;. Uang ini dipakai untuk membeli peralatan serta perlengkapan sekolah. Atau bisa juga dipakai untuk uang saku sekolah harian.

IMG_8552[1]

Suci Ramadhani, uang bantuan biaya sekolah yang diterima Suci setiap bulan adalah sebesar Rp. 125.000; (Februari 2018)

Untuk kesekian kalinya, saya katakan bahwa Tunas Bangsa Camp bukanlah sebuah Foundation, masih jauh dari kata “Foundation”. Ini adalah sebuah langkah kecil dari saya dan suami untuk membantu anak-anak desa yang selalu bersemangat sekolah, pintar, namun berkekurangan secara ekonomi/ berasal dari keluarga kurang mampu. Kenapa kami mengambil langkah ini? Karena kami percaya, saya percaya, sekolah adalah sebuah paspor untuk mendapatkan kehidupan yang lebih dimasa depan. Kami ingin anak-anak desa berkekurangan ini terus sekolah, dan menggapai impian mereka dimasa depan.

Impian? Ya, meskipun berasal dari desa, tapi bermimpilah setinggi bintang diangkasa. Jangan pernah takut untuk bercita-cita tinggi meski kita berasal dari keluarga tidak mampu, tidak punya uang untuk sekolah. Tekunlah belajar, fokus, dan selalu bersemangat untuk terus sekolah apapun yang terjadi, kelak  impian/ cita-cita itu pasti akan tercapai.

CWWJ2885[1]

Dwi Novita Sari, Uang yang diterima setiap bulan oleh Dwi adalah sebesar Rp. 125.000; (Februari 2018)

Dibulan Februari 2018 ini, Dwi Novita Sari dan Suci Ramadhani telah menerima bantuan biaya sekolah yang disalurkan oleh kawan kami Riche Mai Andriani, tepatnya pada tanggal 16 Februari 2018. Kawan kami, Riche, inilah yang setiap bulan mendatangi rumah Dwi Novita Sari dan Suci Ramadhani. Ya, tanpa bantuan Riche, mustahil bagi kami untuk menjangkau anak-anak seperti Novi (Dwi Novita Sari), dan Suci (Suci Ramadhani). Karena kami berdomisili di Luar Negeri. Terimakasih ya Riche…

Mudah-mudahan Dwi Novita Sari dan Suci Ramadhani makin bersemangat sekolah, dan rajin belajar. Semoga mereka bisa meraih impian mereka dimasa depan, serta menikmati kehidupan masa depan yang lebih baik. Amin… Co-Founder Tunas Bangsa Camp, Acik Mardhiyanti / Acik Mdy

Note:

  • Written by Acik Mardhiyanti / Acik Mdy
  • Photographed by Riche Mai Andriani
  • Do not copy this article without permissions
  • Do not reuse these photographs anywhere else without permissions

Sabtu, 27 Januari 2018

Inilah Penerima Beasiswa Dari Tunas Bangsa Camp di tahun 2018

IMG_7998[1]

Suci Ramadhani beserta ibunya dirumahnya. Photographed by Riche Mai Andriani

Mengawali tahun 2018 ini, kami dari Tunas Bangsa Camp akan terus berkomitmen untuk memberikan bantuan sekolah bagi anak anak didesa, berasal dari keluarga kurang mampu, namun memiliki semangat sekolah. Dan diawal tahun ini, ada seorang anak lagi yang menerima beasiswa (bantuan biaya sekolah) dari kami.

Bernama Suci Ramadhani, kelahiran 20 September 2008. Seorang anak perempuan kelas 3 SD (Sekolah Dasar), bersekolah di SD N 1 Ngestikarya, Kecamatan Waway Karya, Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung-Indonesia. Menurut kawan kami kami yang selalu membantu menyalurkan bantuan, Suci adalah muridnya dulu sewaktu masih diangku sekolah Taman Kanak-Kanak atau TK. Meskipun berasal dari keluarga kurang mampu, namun Suci adalah salah satu anak yang pintar disekolah. Orang tua Suci bernama Supangat, ayahnya, sementara ibunya bernama Herlina. Penghasilan orangtua Suci perbulannya sekitar Rp. 500.000;.

Dimulai bulan Februari 2018 (bulan depan), setiap bulannya Suci akan menerima bantuan sekolah (Beasiswa) dari Tunas Bangsa Camp sebesar Rp. 125.000;. Uang ini digunakan untuk membeli perlengkapan/ peralatan sekolah Suci, bisa juga dipakai untuk uang saku Suci. Dengan begitu kami berharap bisa meringankan sedikit beban orangtua Suci. Kami tahu sekolah negeri sudah gratis. Namun dalam kenyataannya, masih banyak keperluan sekolah yang harus dibeli/ dipenuhi sendiri, seperti tas sekolah, sepatu sekolah, seragam sekolah, buku sekolah, pensil/pena, serta jika ada les maka harus membayar sendiri. Dan untuk memenuhi kebutuhan itu semua bukanlah hal gampang bagi mereka para orangtua yang memiliki penghasilan rendah setiap bulannya. Oleh, karena itu kami berusaha membantu.

Kami, Tunas Bangsa Camp bukanlah sebuah organisasi, juga bukan sebuah Foundation. Masih terlalu jauh dari kata “Foundation”. Ini adalah sebuah inisiatif dari saya dan suami untuk membantu anak-anak didesa yang kurang mampu secara ekonomi, namun memiliki semangat sekolah. Kami ingin mereka terus bersekolah, menggapai impian dan cita-citanya dimasa depan, serta bisa memiliki kehidupan yang lebih baik. Sekolah adalah passport untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik dimasa depan. Percayalah, karena saya sendiri sudah membuktikannya.

Semangat terus untuk Suci, rajin belajar, semangat pergi kesekolah, belajar ilmu dari bapak/ Ibu guru disekolah. Walau terasa berat, dan apapun yang terjadi, teruslah bersekolah!

Terima Kasih selalu saya ucapkan untuk sahabat serta rekan kerja kami Riche Mai Andriani yang telah membantu kami untuk mencari anak-anak yang butuh dibantu, serta membantu kami menyalurkan bantuan setiap bulannya. Mudah-mudahan berkah selalu menyertai Riche dan keluarga.

Salam hormat saya, Co-Founder Tunas Bangsa Camp, Acik Mardhiyanti / Acik Mdy

NOTE:

  • Written by Acik Mardhiyanti
  • Photographed by Riche Mai Andriani
  • Do not copy this article without permissions
  • Do not reuse this photograph anywhere else without permissions

Kamis, 25 Januari 2018

Novi Sudah Menerima Bantuan Biaya Sekolah Bulan Januari 2018

IMG_7880[1]

Dwi Novita Sari, penyerahan biaya bantuan sekolah bulan Januari 2018

Mengawali tahun baru 2018, kami dari Tunas Bangsa Camp terus berkomitmen untuk berusaha membantu anak desa yang berasal dari keluarga kurang mampu, namun memiliki semangat sekolah. Harapan saya sebagai co-founder Tunas Bangsa Camp, agar mereka bisa meraih impian dimasa depan dan memiliki kehidupan yang lebih baik dimasa yang akan datang.

Di bulan Januari 2018 ini, Dwi Novita Sari (Novi saya panggil) telah menerima bantuan biaya sekolah dari Tunas Bangsa Camp. Seperti biasa, teman kami yang baik hati bernama Riche Mai Andriani (rekan kerja kami) selalu mendatangi rumah Novi setiap bulannya untuk memberikan bantuan biaya sekolah. Penyerahan ini disaksikan oleh orangtua Novi dikediamannya.

Setiap bulan Novi mendapatkan biaya bantuan sekolah sebesar Rp. 125.00;. Jumlah ini kami tetapkan dengan pertimbangan Novi masih duduk di bangku sekolah dasar. Jika nanti Novi sudah menginjak bangku SMP (Sekolah Menengan Pertama), maka jumlah bantuan sekolah akan meningkat seiring jenjang pendidikan yang ditempuh Novi. Mudah mudahan kami bisa terus membantu Novi.

Uang yang kami berikan tiap bulan tujuannya agar Novi bisa membeli perlengkapan atau peralatan sekolah, serta biaya sekolah lainnya. Bagaimana dengan uang saku sekolah? Tentu saja uang bantuan sekolah bulanan ini boleh dipakai untuk keperluan uang saku yang sewajarnya. Dengan begitu kami berharap bisa membantu meringankan sedikit beban orangtua Novi. Sekolah itu mahal, meskipun bersekolah disekolah negeri yang katanya “gratis”, tapi dalam kenyataannya masih banyak hal yang harus dipenuhi guna menunjang proses belajar.

Kami berharap Novi terus bersemangat untuk terus bersekolah. Memang sulit dan berat, namun mudah-mudahan jika ada kemauan keras, terus belajar dengan tekun, rajin kesekolah, pasti impian Novi akan tercapai.

Terimakasih kami ucapkan untuk Riche Mai Andriani yang telah membantu kami menyalurkan bantuan biaya sekolah. Semoga berkah selalu menyertai Riche dan keluarga.

Salam hormat saya, Co-Founder Tunas Bangsa Camp, Acik Mardhiyanti / Acik Mdy

NOTE:

  • Written by Acik Mardhiyanti / Acik Mdy
  • Photographed by Riche Mai Andriani
  • Do not copy this article without permissions
  • Do to reuse these photographs anywhere else without permissions

Rabu, 20 Desember 2017

Penyerahan Bantuan Biaya Sekolah Untuk Dwi Novita Sari (Oktober-Desember)

Beberapa bulan tidak menulis, kali ini penulis ingin menulis sedikit tentang penyerahan dana bantuan biaya sekolah untuk Dwi Novita Sari. Siapakah Di Novita Sari bisa dibaca disini http://tunas-bangsa-camp.blogspot.sg/2017/07/bersemangatlah-untuk-terus-bersekolah.html Ya, seorang anak dari desa, dari keluarga tidak mampu, namun memiliki semangat sekolah, itulah Novi (panggilannya).

IMG_5293[1]

Riche Mai Andriani dan Dwi Novita Sari. Penyerahan bantuan biaya sekolah untuk Dwi Novita Sari bulan Oktober 2017, Poto dokumentasi pribadi milik Riche Mai Andriani

Setelah sebelumnya, rekan kerja kami yang berada di Lampung Timur, Riche Mai Andriani, siapakah Riche Mai Andriani baca disini http://tunas-bangsa-camp.blogspot.sg/2017/06/semangat-tiada-henti-untuk-terus.html sudah menyalurkan bantuan biaya sekolah pada Novi di bulan Juli, Agustus, dan September. Baca artikel sebelumnya tentang penyerahan dana bantuan tersebut disini http://tunas-bangsa-camp.blogspot.sg/2017/09/penyerahan-bantuan-biaya-sekolah-untuk.html Dibulan selanjutnya, yaitu Oktober, November, dan Desember, rekan kerja kami Riche telah menyerahkan bantuan biaya sekolah untuk Novi.

Ya, kami dari Tunas Bangsa Camp berkomitmen untuk terus membantu anak-anak didesa yang kurang mampu, namun memiliki semangat belajar tinggi demi menggapai masa depan yang lebih baik dan cerah gemilang. Meskipun hanya satu-dua anak saja, namun kami merasa sangat bersyukur, karena saya dan suami bisa membantu mereka. Dan kami bangga pada anak-anak desa ini, dimana mereka selalu semangat kesekolah menuntut ilmu, meskipun dengan segala keterbatasan yang mereka miliki. Salah satunya adalah Dwi  Novi Sari.

IMG_6218[1]

Dwi Novita Sari beserta ibu dan adik bayinya. Penyerahan bantuan biaya sekolah untuk Dwi Novita Sari bulan November 2017, Photographed by Riche Mai Andriani

Dwi Novita Sari, Novi panggilannya, meskipun masih harus membantu orangtua diladang (bekerja diladang), bahkan pulang sampai petang, Novi selalu semangat untuk belajar, rajin, dan tekun. Walaupun diusianya yang terbilang dini untuk bekerja, namun Novi masih bisa belajar. Buktinya, disemester ini dia mendapatkan peringkat 2 di kelas. Luar biasa, bukan? Kami sangat bangga padanya.

IMG_6778[1]

Dwi Novita Sari, Penyerahan bantuan biaya sekolah bulan Desember 2017, Photographed by Riche Mai Andriani

Terimakasih selalu kami ucapkan pada rekan kerja kami Riche Mai Andriani yang telah membantu kami untuk menyalurkan bantuan biaya sekolah ini. Karena mustahil tanpa bantuannya, kami bisa menjangkau Novi yang ada didesa di Lampung Timur – Indonesia sana. Untuk Novi, Selamat atas prestasinya! Terus semangat untuk belajar dan bersekolah!

Co-Founder Tunas Bangsa Camp Acik Mardhiyanti / Acik Mdy

Note:

  • Written by Acik Mardhiyanti / Acik Mdy
  • Photographed by Riche Mai Andriani – Semua poto adalah koleksi pribadi milik Riche Mai Andriani
  • Do not copy this article without permissions – Dilarang untuk men-copy paste tulisan ini tanpa seijin penulis
  • Do not reuse these photographs anywhere else without permissions – Dilarang untuk mengambil serta mempergunakan poto-poto yang ada dalam artikel ini tanpa seijin penulis dan pemilik poto

Jumat, 22 September 2017

Penyerahan Bantuan Biaya Sekolah Untuk Dwi Novita Sari

IMG_4506[1]

Photographed by Riche Mai Andriani. Penyerahan bantuan biaya sekolah dari Tunas Bangsa Camp untuk Dwi Novita Sari 15 September 2017

Mungkin beberapa kawan sekalian masih belum tahu, siapakah Dwi Novita Sari. Tentang siapakah Dwi Novita Sari, bisa dibaca disini  http://tunas-bangsa-camp.blogspot.sg/2017/07/bersemangatlah-untuk-terus-bersekolah.html  Sejak tahun ajaran baru ini, Dwi adalah anak penerima bantuan biaya sekolah dari Tunas Bangsa Camp.

Setiap bulannya, yaitu setiap tanggal 14, rekan kerja kami yang berada di Lampung Timur - Indonesia, yaitu Riche Mai Andriani, baca kisah Riche disini http://tunas-bangsa-camp.blogspot.sg/2017/06/semangat-tiada-henti-untuk-terus.html akan menyalurkan bantuan biaya sekolah untuk Dwi secara langsung. Yaitu mendatangi rumah orangtua Dwi. Penyerahannya disaksikan langsung oleh orangtua Dwi.

IMG_3658[1]

Dwi dan Ibunya, Chasri, Photographed by Riche Mai Andriani. Penyerahan bantuan biaya sekolah dari Tunas Bangsa Camp untuk Dwi Novita Sari tanggal 14 Agustus 2017

Tiap bulannya Dwi Novita Sari menerima bantuan biaya sekolah sebesar Rp. 125.000; dari Tunas Bangsa Camp. Ya, untuk anak-anak yang duduk dibangku sekolah dasar (SD), kami dari Tunas Bangsa Camp menetapkan sebesar  Rp. 125000; tiap bulannya. Dana bantuan ini langsung semuanya diberikan, karena Riche, rekan kerja kami percaya bahwa orangtua Dwi akan menggunakan dengan baik uang bantuan  biaya sekolah ini untuk keperluan Dwi sekolah, mungkin membeli peralatan tulis, sepatu, tas, atau yang lainnya.

Mudah-mudahan, bantuan biaya sekolah ini bisa meringankan sedikit beban orangtua Dwi dalam memenuhi kebutuhan sekolah Dwi, karena biaya sekolah amatlah mahal/ besar. Harapan kami dari Tunas Bangsa Camp, kami ingin anak-anak didesa seperti Dwi terus bersekolah, jangan sampai putus sekolah karena tidak mampu membiayai kebutuhan sekolah.  Kami ingin Dwi terus belajar menimba ilmu dibangku sekolah. Meskipun berasal dari desa tapi harus bersemangat sekolah dan menggapai impian dimasa depan.

IMG_2672[1]

Dwi Novita Sari menerima bantuan biaya sekolah dari Tunas Bangsa Camp pada tanggal 17 Juli 2017. Photographed by Riche Mai Andriani

Terimakasih kami ucapkan pada rekan kerja kami yang berada di Lampung Timur – Indonesia,  Riche Mai Andriani, yang telah membantu untuk menyalurkan bantuan biaya sekolah dari Tunas Bangsa Camp untuk Dwi. Semoga limpahan berkah akan selalu menyertai Riche dan keluarga.

Salam hormat saya Co-founder Tunas Bangsa Camp, Acik Mardhiyanti / Acik Mdy

Note:

  • Written by Acik Mardhiyanti / Acik Mdy
  • Photographed by Riche Mai Andriani
  • Do not copy this article without permissions
  • Do not reuse these photographs anywhere else without permissions